Site icon Jasa Laser Cutting

Proses Laser Cutting – Pemotongan Metal Dengan Menggunakan Sinar Laser

Apa itu Laser Cutting

Prosesnya memang terdengar keren, tetapi Anda mungkin bertanya-tanya,  apa itu Laser Cutting atau pemotongan laser ? Berikut ini akan diuraikan lebih detil tentang proses Laser Cutting yaitu pemotongan dengan menggunakan sinar laser.

Kegunaan Laser Cutting

Seperti namanya, Laser Cutting (pemotong laser) membuat pola dan desain untuk memotong bahan. Sinar laser yang kuat adalah sumber daya yang mampu melelehkan, membakar, atau menguapkan materi.

Pada dasarnya, pemotongan laser adalah proses fabrikasi yang menggunakan sinar laser tipis, terfokus, untuk memotong dan mengetsa bahan menjadi desain, pola, dan bentuk khusus seperti yang ditentukan oleh seorang desainer. Proses fabrikasi berbasis termal non-kontak ini sangat ideal untuk beberapa bahan, termasuk kayu, kaca, kertas, logam, plastik, dan batu permata. Itu juga mampu menghasilkan bagian yang rumit tanpa memerlukan alat yang dirancang khusus.

Sejarah dan Latar Belakang Laser Cutting

Penemuan pemotong laser dikaitkan dengan Kumar Patel, yang memulai penelitiannya dalam tindakan laser ketika ia bergabung dengan Bell Labs pada tahun 1961. Pada tahun 1963, ia mengembangkan laser C02 pertama, yang merupakan varian dengan aplikasi yang lebih modern daripada jenis laser lainnya. laser. Laser C02 untuk bahan ukiran mulai dari akrilik dan kayu lapis hingga karton dan MDF.

Aplikasi Laser

Hari ini, pemotongan laser telah menemukan rumah di industri seperti elektronik, obat-obatan, kedirgantaraan, otomotif, dan semikonduktor. Salah satu aplikasi yang paling umum adalah untuk memotong logam – baik itu tungsten, baja, aluminium, kuningan, atau nikel – karena laser menghasilkan potongan yang bersih dan hasil akhir yang halus. Laser juga digunakan untuk memotong keramik, silikon, dan non-logam lainnya.

Mungkin salah satu penggunaan yang paling menarik dari teknologi pemotongan laser adalah di bidang bedah, di mana sinar laser sekarang menggantikan pisau bedah dan digunakan untuk menguapkan jaringan manusia. Ini sangat berguna dalam prosedur bedah presisi tinggi seperti operasi mata.

Kami akan membicarakan lebih banyak aplikasi di bagian selanjutnya, tetapi untuk sekarang, mari kita lihat bagaimana proses pemotongan laser bekerja.

Proses Laser Cutting – Cara Kerja

Sinar pemotong laser biasanya memiliki diameter antara 0,1 dan 0,3 mm dan daya antara 1 hingga 3 kW. Kekuatan ini perlu disesuaikan tergantung pada bahan yang dipotong dan ketebalannya. Untuk memotong bahan reflektif seperti aluminium, misalnya, Anda mungkin memerlukan kekuatan laser hingga 6 kW.

Pemotongan laser tidak ideal untuk logam seperti aluminium dan paduan tembaga karena mereka memiliki sifat konduktif panas dan reflektif cahaya yang sangat baik, yang berarti mereka membutuhkan laser yang kuat.

Di bawah ini adalah beberapa komponen inti dari pemotong laser:

Resonator Laser: Sinar laser berasal dari resonator laser, tabung kaca kedap udara dengan dua cermin yang saling berhadapan. Tabung diisi dengan CO2 dan gas lain seperti hidrogen, nitrogen, dan helium. Campuran gas-gas ini diaktifkan oleh dioda atau pelepasan listrik yang memancarkan energi dalam bentuk cahaya.
Kepala Pemotong: Cahaya memantul ke berbagai arah dengan bantuan beberapa cermin yang diposisikan secara strategis untuk memastikannya mencapai kepala pemotong laser. Setelah balok mencapai kepala pemotongan, ia melewati lensa melengkung dan diperbesar dan difokuskan ke satu titik. Di dalam kepala pemotong inilah laser diubah menjadi sinar tipis yang terkonsentrasi, yang dapat dipotong atau diraster. Sinar laser terfokus melewati nosel sebelum mengenai pelat, dengan gas terkompresi seperti nitrogen atau oksigen juga mengalir melalui nosel ini. Jika Anda memotong aluminium atau baja tahan karat, misalnya, sinar laser akan melelehkan material sebelum nitrogen bertekanan tinggi meniup logam cair dari garitan. Biasanya, kepala pemotong dipasang pada sistem mekanis yang digerakkan oleh rantai atau sabuk, yang memungkinkannya melakukan gerakan yang tepat dalam area terbatas. Titik fokus lensa harus berada di permukaan bahan yang dipotong agar laser dapat membuat potongan yang sebenarnya.

Jarak Nozzle

Pada proses Laser Cutting, jarak yang akurat dijaga antara pelat dan nozzle. Ruang ini sangat penting karena menentukan titik fokus. Biasanya, kualitas potongan akan terpengaruh dengan mengubah titik fokus. Beberapa variabel lain dapat mempengaruhi kualitas pemotongan, termasuk intensitas dan kecepatan sinar.
Tiga Varietas Utama Pemotongan Laser

Flame/Reactive Rutting: Gas bantuan adalah oksigen, yang dihembuskan ke dalam garitan pada tekanan tinggi (hingga enam bar). Bahan yang dipanaskan (logam, dalam hal ini) bereaksi dengan oksigen dan mulai terbakar dan teroksidasi. Reaksi ini mengeluarkan lebih banyak energi dan membantu sinar laser.
Fusion Cutting/Mencair dan Meniup: Gas inert (biasanya nitrogen) meniup material cair dari garitan, secara signifikan mengurangi daya yang diperlukan. Bahan tersebut dipanaskan terlebih dahulu hingga mencapai titik lelehnya kemudian dihembuskan gas
Pemotongan Jarak Jauh: Sinar laser berintensitas tinggi menguapkan sebagian (mengablasi) material, memungkinkan lembaran tipis dipotong tanpa memerlukan gas bantuan.

Tim Redaksi Mitralaserindo

Exit mobile version