Bagaimana Cara Kerja Mesin Laser Cutting? Penjelasan Lengkap

Kalau melihat mesin laser cutting bekerja, prosesnya memang terlihat sederhana. Sebuah kepala mesin bergerak mengikuti pola tertentu, lalu dalam hitungan detik material yang berada di bawahnya terpotong dengan bentuk yang sangat presisi.

Namun, sebenarnya ada cukup banyak proses yang terjadi di baliknya.

Laser cutting bukan sekadar “menembakkan sinar laser ke material”. Di dalam satu proses pemotongan terdapat kombinasi antara sumber laser, sistem optik, gas bantu, gerakan mesin, software, parameter pemotongan, dan karakteristik material. Semua bagian tersebut harus bekerja secara sinkron agar hasil potongan rapi.

Teknologi ini sekarang banyak digunakan dalam industri manufaktur, konstruksi, otomotif, interior, advertising, hingga pembuatan berbagai komponen custom.

Lalu, bagaimana sebenarnya cara kerja mesin laser cutting?

Mari kita bahas dari dasar sampai proses pemotongannya.

Apa Itu Mesin Laser Cutting?

Mesin laser cutting adalah mesin pemotong material yang menggunakan energi sinar laser dengan intensitas tinggi untuk memotong atau mengukir permukaan benda kerja.

Berbeda dengan mesin potong konvensional yang menggunakan mata pisau, cutting wheel, atau alat mekanis lainnya, laser cutting tidak melakukan pemotongan dengan kontak langsung antara alat potong dan material.

Energi laser diarahkan ke titik tertentu pada material.

Ketika energi tersebut terkonsentrasi pada area yang sangat kecil, temperatur material meningkat secara cepat. Material kemudian dapat meleleh, terbakar, menguap, atau mengalami sublimasi, tergantung jenis material dan parameter laser yang digunakan.

Pada proses pemotongan logam, material yang sudah mencair kemudian biasanya dibantu oleh gas bertekanan untuk dikeluarkan dari celah potongan.

Hasil akhirnya adalah sebuah garis potong yang mengikuti desain digital yang sudah dibuat sebelumnya.

Prinsip Dasar Cara Kerja Laser Cutting

Secara sederhana, alur kerja mesin laser cutting dapat digambarkan seperti ini:

Desain digital → software mesin → sumber laser → sistem optik → fokus laser → material → gas bantu → hasil potongan

Tetapi setiap tahap mempunyai fungsi masing-masing.

Misalnya, desain menentukan bentuk yang harus dipotong. Controller menerjemahkan desain tersebut menjadi gerakan mesin. Sumber laser menghasilkan energi. Lensa memfokuskan energi tersebut ke titik yang sangat kecil. Gas bantu membantu proses pemotongan dan membuang material yang telah mencair.

Jadi, kualitas hasil akhir tidak hanya ditentukan oleh kekuatan laser.

Mesin 1.500 watt belum tentu menghasilkan potongan lebih bagus daripada mesin 1.000 watt jika parameter, fokus, optik, material, dan gasnya tidak sesuai.

Ini salah satu hal yang sering disalahpahami oleh orang yang baru mengenal teknologi laser cutting.

1. Desain Dibuat Menggunakan Software

Sebelum mesin mulai bekerja, operator harus memiliki desain yang akan dipotong.

Desain biasanya dibuat menggunakan software CAD atau software desain grafis yang mendukung format tertentu.

Untuk pekerjaan industri, desain sering dibuat dalam bentuk vector karena mesin membutuhkan koordinat garis yang jelas.

Contohnya:

  • DXF
  • DWG
  • AI
  • SVG
  • CDR
  • dan format lain tergantung software controller mesin.

Misalnya seseorang ingin membuat plat besi berbentuk logo perusahaan.

Logo tersebut dibuat menjadi garis vector.

Mesin kemudian membaca koordinat garis tersebut dan mengubahnya menjadi perintah gerakan.

Karena itu, mesin laser cutting sebenarnya tidak “mengerti” gambar seperti manusia melihat gambar.

Mesin membaca koordinat dan instruksi gerakan.

2. Software Mengubah Desain Menjadi Perintah Mesin

Setelah desain dimasukkan, software laser cutting akan memproses gambar tersebut.

Pada tahap ini operator dapat menentukan berbagai parameter seperti:

  • jenis material,
  • ketebalan material,
  • daya laser,
  • kecepatan potong,
  • frekuensi atau parameter pulsa,
  • jenis gas,
  • tekanan gas,
  • posisi fokus,
  • urutan pemotongan,
  • dan parameter lainnya.

Software kemudian menghasilkan instruksi yang akan dikirimkan kepada controller mesin.

Di sinilah komputer berperan penting.

Tanpa software dan controller yang tepat, sumber laser yang sangat kuat sekalipun tidak akan bisa digunakan untuk menghasilkan bentuk potongan yang presisi.

3. Sumber Laser Menghasilkan Energi

Bagian paling penting dari sistem laser cutting tentu saja adalah laser source.

Pada mesin pemotong logam modern, salah satu teknologi yang banyak digunakan adalah fiber laser.

Fiber laser menghasilkan sinar laser dengan karakteristik yang sesuai untuk pemotongan berbagai jenis logam.

Besarnya daya laser dapat berbeda-beda tergantung kebutuhan.

Contohnya terdapat mesin:

  • 1 kW
  • 1,5 kW
  • 2 kW
  • 3 kW
  • 6 kW
  • 12 kW
  • 20 kW
  • bahkan lebih tinggi untuk aplikasi industri tertentu.

Tetapi sekali lagi, angka watt bukan satu-satunya ukuran kemampuan mesin.

Kemampuan memotong juga dipengaruhi oleh:

material + ketebalan + jenis laser + fokus + kecepatan + gas + nozzle + kualitas optik + kondisi mesin.

4. Sinar Laser Diarahkan Menuju Cutting Head

Setelah dihasilkan oleh laser source, energi laser harus diarahkan menuju area pemotongan.

Pada sistem fiber laser, energi laser dibawa melalui serat optik menuju cutting head.

Cutting head merupakan salah satu komponen penting pada mesin laser cutting.

Di dalamnya terdapat sistem optik yang berfungsi mengarahkan dan memfokuskan sinar laser.

Operator tidak perlu mengarahkan sinar laser secara manual.

Semuanya dikontrol oleh sistem mesin.

5. Lensa Memfokuskan Sinar Laser

Ini adalah bagian yang sangat menarik.

Sinar laser yang datang kemudian difokuskan menggunakan lensa sehingga energi terkonsentrasi pada area yang sangat kecil.

Bayangkan sinar matahari biasa.

Ketika sinar matahari mengenai sebuah meja, meja tidak langsung terbakar.

Tetapi ketika sinar tersebut dikumpulkan menggunakan kaca pembesar dan difokuskan pada satu titik kecil, temperatur pada titik tersebut bisa meningkat secara signifikan.

Prinsip konsentrasi energi inilah yang secara sederhana dapat membantu memahami cara kerja laser cutting.

Pada mesin industri, tentu saja prosesnya jauh lebih kompleks dan menggunakan sistem optik yang dirancang khusus.

Semakin tepat posisi fokus, semakin baik energi laser terkonsentrasi pada material.

Karena itu, focal position atau posisi fokus merupakan salah satu parameter penting dalam proses laser cutting.

6. Material Mulai Dipanaskan

Ketika laser yang sudah difokuskan mengenai permukaan material, energi laser diserap oleh material.

Temperatur pada titik tersebut naik sangat cepat.

Pada kondisi tertentu, material akan mengalami perubahan fase.

Misalnya:

padat → cair → gas

Namun mekanisme sebenarnya dapat berbeda tergantung jenis material, panjang gelombang laser, daya, kecepatan pemotongan, dan kondisi proses.

Untuk pemotongan logam, salah satu tujuan utamanya adalah menghasilkan material cair pada area potongan.

Material yang meleleh tersebut kemudian dikeluarkan dari celah potongan menggunakan gas bertekanan.

7. Gas Bantu Mengeluarkan Material Cair

Nah, ini bagian yang sering luput dari perhatian.

Laser memang menghasilkan energi untuk memotong material, tetapi gas bantu mempunyai peran besar dalam proses pemotongan.

Gas yang digunakan dapat berbeda tergantung material dan tujuan pemotongan.

Beberapa gas yang umum digunakan antara lain:

Nitrogen

Nitrogen banyak digunakan ketika operator ingin menghasilkan potongan yang bersih dan mengurangi oksidasi pada permukaan potongan.

Pada stainless steel, misalnya, nitrogen sering digunakan untuk mendapatkan hasil potongan dengan warna dan permukaan yang lebih bersih.

Oxygen

Oksigen mempunyai karakteristik berbeda.

Pada pemotongan baja karbon, oksigen dapat membantu proses pemotongan karena terjadi reaksi oksidasi yang menghasilkan tambahan panas.

Akibatnya, material tertentu dapat dipotong dengan lebih mudah.

Namun, permukaan potongan dapat mengalami oksidasi sehingga hasilnya berbeda dibandingkan pemotongan menggunakan nitrogen.

Udara

Pada aplikasi tertentu, compressed air juga dapat digunakan.

Keuntungan utamanya adalah biaya operasional yang dapat lebih rendah dibandingkan penggunaan gas industri tertentu.

Namun hasil dan kemampuan pemotongannya harus disesuaikan dengan material serta kebutuhan pekerjaan.

Jadi, memilih gas bukan sekadar masalah “gas mana yang paling kuat”.

Pemilihan gas harus mempertimbangkan material, ketebalan, kualitas potongan, biaya, dan kebutuhan finishing.

8. Nozzle Mengarahkan Gas ke Area Potong

Gas bantu tidak dilepaskan begitu saja.

Gas keluar melalui nozzle yang berada di sekitar titik keluarnya laser.

Nozzle mempunyai fungsi penting dalam menjaga aliran gas menuju area pemotongan.

Diameter nozzle dan kondisi nozzle dapat memengaruhi hasil cutting.

Jika nozzle kotor, rusak, tidak terpasang dengan benar, atau posisinya tidak tepat, kualitas potongan dapat ikut berubah.

Itulah sebabnya perawatan cutting head tidak boleh dianggap sebagai pekerjaan tambahan yang tidak penting.

9. Kepala Laser Bergerak Mengikuti Desain

Setelah laser mulai memotong material, cutting head bergerak mengikuti jalur yang telah ditentukan software.

Gerakannya dikontrol oleh sistem CNC.

CNC merupakan singkatan dari Computer Numerical Control.

Dengan sistem ini, komputer dapat mengendalikan posisi cutting head secara otomatis.

Misalnya desain membutuhkan garis lurus sepanjang 500 mm.

Mesin akan menggerakkan cutting head mengikuti koordinat tersebut.

Jika desain berupa lingkaran, kepala laser bergerak mengikuti koordinat lingkaran.

Jika desain berupa pola yang rumit, mesin akan mengikuti ribuan bahkan jutaan instruksi koordinat tergantung kompleksitas desain dan sistem kontrolnya.

10. Material Terpotong Membentuk Kerf

Ketika laser melewati material, terbentuk celah kecil yang disebut kerf.

Kerf adalah lebar material yang hilang akibat proses pemotongan.

Ini menjadi salah satu aspek penting dalam desain dan produksi.

Misalnya kita ingin membuat komponen yang harus mempunyai ukuran sangat presisi.

Kita tidak bisa hanya menggambar bentuk sesuai ukuran akhir tanpa mempertimbangkan karakteristik proses pemotongan.

Kerf dapat dipengaruhi oleh banyak faktor seperti:

  • jenis material,
  • ketebalan,
  • daya laser,
  • kecepatan,
  • fokus,
  • gas,
  • tekanan gas,
  • nozzle,
  • dan parameter lainnya.

Karena itu, operator laser cutting berpengalaman biasanya tidak hanya mengandalkan setting bawaan mesin.

Mereka melakukan parameter testing untuk mendapatkan hasil yang optimal.

Apa yang Sebenarnya Terjadi Saat Laser Memotong Logam?

Mari kita sederhanakan prosesnya.

Misalnya kita memiliki plat stainless steel.

Kemudian laser diarahkan ke permukaan plat.

Pertama, energi laser diserap oleh material.

Temperatur pada titik tersebut meningkat.

Material mulai mengalami pelelehan.

Gas bantu bertekanan tinggi kemudian membantu mengeluarkan material cair dari celah potongan.

Cutting head bergerak mengikuti garis desain.

Proses ini terus berlangsung sampai seluruh kontur selesai dipotong.

Hasil akhirnya adalah komponen yang terpisah dari plat utama.

Kalau parameter tepat, permukaan potongan bisa terlihat sangat rapi dan kebutuhan finishing tambahan dapat dikurangi.

Faktor Apa yang Menentukan Kualitas Potongan Laser?

Ini bagian penting bagi siapa pun yang menggunakan jasa laser cutting.

Kualitas potongan tidak hanya bergantung pada mesin.

Ada banyak variabel yang saling berhubungan.

1. Daya Laser

Semakin besar daya laser, semakin besar energi yang tersedia untuk proses pemotongan.

Tetapi bukan berarti operator harus selalu menggunakan daya maksimum.

Untuk material tipis, daya terlalu tinggi justru dapat menyebabkan hasil kurang optimal.

2. Cutting Speed

Kecepatan cutting sangat berpengaruh terhadap hasil.

Jika terlalu cepat, laser mungkin tidak mempunyai cukup waktu untuk memberikan energi yang diperlukan sehingga material tidak terpotong sempurna.

Jika terlalu lambat, material dapat menerima energi berlebihan.

Akibatnya bisa muncul:

  • dross,
  • perubahan warna,
  • pelebaran kerf,
  • atau kualitas tepi yang kurang baik.

Jadi, kecepatan harus disesuaikan dengan material dan parameter lainnya.

3. Fokus Laser

Posisi fokus menentukan bagaimana energi laser terkonsentrasi pada material.

Kesalahan fokus dapat menyebabkan kualitas potongan menurun.

Pada material dengan ketebalan berbeda, posisi fokus juga perlu disesuaikan.

4. Tekanan Gas

Tekanan gas memengaruhi kemampuan membuang material cair dari celah potongan.

Tekanan yang tidak sesuai dapat menyebabkan dross atau potongan tidak sempurna.

5. Jenis Gas

Nitrogen, oxygen, dan udara mempunyai karakteristik berbeda.

Pemilihan gas harus disesuaikan dengan jenis material dan hasil yang diinginkan.

6. Kondisi Nozzle

Nozzle harus berada dalam kondisi baik.

Lubang nozzle yang rusak atau kotor dapat mengganggu aliran gas.

7. Kondisi Lensa dan Optik

Sistem optik yang kotor dapat mengurangi kualitas transmisi energi laser.

Karena itu, pemeriksaan dan maintenance menjadi bagian penting dalam operasional mesin.

Mengapa Laser Cutting Bisa Sangat Presisi?

Salah satu alasan utama laser cutting banyak digunakan dalam industri adalah tingkat presisinya.

Mesin CNC dapat mengontrol pergerakan cutting head secara sangat terukur.

Selain itu, laser mempunyai diameter fokus yang kecil sehingga area yang terkena panas dapat dibuat relatif sempit dibandingkan proses pemotongan konvensional tertentu.

Hasilnya, operator dapat membuat bentuk yang rumit seperti:

  • lubang kecil,
  • pola dekoratif,
  • tulisan,
  • logo,
  • slot,
  • lingkaran,
  • komponen mesin,
  • dan bentuk custom lainnya.

Inilah yang membuat laser cutting sangat menarik untuk produksi massal maupun pekerjaan custom.

Apa Bedanya Laser Cutting dengan Plasma Cutting?

Laser cutting dan plasma cutting sama-sama dapat digunakan untuk memotong logam, tetapi prinsip kerjanya berbeda.

Laser cutting menggunakan energi sinar laser yang difokuskan.

Sementara plasma cutting menggunakan plasma bersuhu tinggi untuk melelehkan material dan memotongnya.

Secara umum, laser cutting mempunyai keunggulan pada:

  • presisi,
  • detail kecil,
  • kualitas tepi,
  • kemampuan membuat pola kompleks,
  • dan proses otomatisasi.

Sementara plasma cutting dapat menjadi pilihan menarik untuk pekerjaan tertentu, terutama pada material yang lebih tebal dan ketika kebutuhan presisi tidak setinggi laser.

Pemilihan teknologi sebaiknya tidak hanya berdasarkan “mana yang lebih canggih”, tetapi berdasarkan kebutuhan pekerjaan.

Material Apa Saja yang Bisa Dipotong Laser?

Laser cutting sangat populer untuk pemotongan logam.

Beberapa material yang umum dikerjakan antara lain:

Mild Steel

Mild steel atau baja karbon rendah merupakan salah satu material yang banyak dipotong menggunakan laser.

Aplikasinya sangat luas, mulai dari konstruksi hingga komponen manufaktur.

Stainless Steel

Stainless steel juga banyak digunakan dalam laser cutting.

Material ini populer untuk kebutuhan:

  • kitchen equipment,
  • interior,
  • furniture,
  • railing,
  • signage,
  • industri makanan,
  • dan berbagai komponen manufaktur.

Aluminium

Aluminium dapat dipotong menggunakan laser dengan parameter yang sesuai.

Karakteristik aluminium berbeda dari baja sehingga setting mesin perlu disesuaikan.

Galvanized Steel

Plat galvanis juga dapat diproses menggunakan laser, tetapi karakteristik lapisan zinc perlu diperhatikan.

Kuningan dan Tembaga

Material seperti brass dan copper memiliki karakteristik reflektif dan konduktivitas termal yang tinggi.

Karena itu, proses pemotongannya membutuhkan mesin dan parameter yang sesuai.

Apakah Semua Material Bisa Dipotong Laser?

Tidak.

Ini penting.

Laser cutting bukan berarti semua benda bisa dimasukkan ke mesin lalu dipotong.

Setiap jenis material mempunyai karakteristik berbeda.

Untuk material non-logam seperti acrylic, kayu, kertas, kain, atau material tertentu lainnya, biasanya digunakan jenis laser dan konfigurasi mesin yang berbeda.

Selain itu, beberapa material dapat menghasilkan gas atau asap berbahaya ketika terkena laser.

Karena itu, jangan sembarangan memasukkan material ke mesin laser cutting sebelum mengetahui karakteristiknya.

Jenis laser, panjang gelombang, sistem ventilasi, dan prosedur keselamatan harus diperhatikan.

Apa Itu Fiber Laser Cutting?

Fiber laser merupakan salah satu teknologi laser yang banyak digunakan untuk pemotongan logam modern.

Pada fiber laser, energi laser dibangkitkan dan diperkuat dalam media serat optik.

Salah satu alasan teknologi ini populer adalah efisiensi dan kemampuannya dalam menangani berbagai aplikasi pemotongan logam.

Fiber laser juga dikenal mempunyai sistem optik yang berbeda dibandingkan laser CO₂ tradisional.

Dalam industri pemotongan plat logam, fiber laser sekarang menjadi salah satu teknologi yang sangat umum ditemukan.

Bagaimana Cara Kerja Mesin Fiber Laser Secara Sederhana?

Urutannya kurang lebih seperti berikut:

Laser source menghasilkan sinar laser

Energi laser dikirim melalui fiber optic

Laser masuk ke cutting head

Lensa memfokuskan sinar

Laser mengenai permukaan material

Material meleleh

Gas bantu membuang material cair

Cutting head bergerak mengikuti desain CNC

Terbentuk komponen sesuai gambar

Kelihatannya sederhana.

Tetapi dalam praktiknya, setiap tahap membutuhkan kontrol yang presisi.

Mengapa Hasil Cutting Kadang Tidak Rapi?

Ini merupakan masalah yang cukup sering terjadi di lapangan.

Misalnya hasil potongan terlihat kasar, terdapat dross, sudut tidak sempurna, atau material tidak terpotong sampai bawah.

Penyebabnya bisa bermacam-macam.

Contohnya:

Kecepatan terlalu tinggi

Laser tidak memberikan energi yang cukup pada material.

Kecepatan terlalu rendah

Material menerima energi terlalu banyak.

Fokus tidak tepat

Energi laser tidak terkonsentrasi pada posisi yang optimal.

Tekanan gas tidak sesuai

Material cair tidak terbuang dengan baik.

Nozzle bermasalah

Aliran gas menjadi tidak optimal.

Lensa kotor

Transmisi energi laser dapat terganggu.

Parameter tidak sesuai material

Setting untuk stainless steel 3 mm tentu tidak bisa begitu saja digunakan untuk mild steel 10 mm.

Karena itu, troubleshooting laser cutting membutuhkan pemahaman terhadap hubungan antara berbagai parameter tersebut.

Apa Itu Dross pada Laser Cutting?

Dross adalah material yang menempel atau tersisa di bagian bawah hasil potongan.

Bentuknya bisa seperti percikan logam yang membeku.

Dross biasanya tidak diinginkan karena membutuhkan proses finishing tambahan.

Jumlah dross dapat dipengaruhi oleh:

  • kecepatan cutting,
  • daya laser,
  • tekanan gas,
  • jenis gas,
  • fokus,
  • kondisi nozzle,
  • ketebalan material,
  • dan kondisi permukaan material.

Jika parameter sudah optimal, jumlah dross dapat dikurangi secara signifikan.

Mengapa Laser Cutting Cocok untuk Produksi Massal?

Salah satu keunggulan laser cutting adalah kemampuan mengulangi pola yang sama secara konsisten.

Misalnya sebuah perusahaan membutuhkan 5.000 bracket dengan bentuk identik.

Daripada memotong satu per satu secara manual, desain dapat dimasukkan ke software kemudian mesin menjalankan proses secara otomatis.

Operator tinggal melakukan:

  1. Persiapan material.
  2. Setting mesin.
  3. Pemeriksaan parameter.
  4. Proses cutting.
  5. Quality control.
  6. Pengambilan hasil.

Tentu waktu produksi tetap bergantung pada ukuran, ketebalan, jumlah lubang, kompleksitas desain, dan konfigurasi mesin.

Tetapi otomatisasi seperti ini dapat meningkatkan produktivitas secara signifikan.

Apa Keuntungan Laser Cutting Dibanding Pemotongan Manual?

Ada beberapa alasan industri beralih menggunakan laser cutting.

Presisi tinggi

Desain digital dapat diterjemahkan menjadi bentuk fisik dengan tingkat ketelitian yang tinggi.

Bisa membuat bentuk rumit

Pola yang sulit dibuat menggunakan alat manual dapat diproduksi dengan CNC laser.

Minim kontak mekanis

Tidak ada mata pisau yang secara langsung menekan material seperti pada proses pemotongan mekanis tertentu.

Produksi lebih konsisten

Setelah parameter ditetapkan dengan benar, mesin dapat mengulangi proses yang sama berkali-kali.

Mengurangi pekerjaan finishing

Potongan yang baik dapat mengurangi kebutuhan grinding atau finishing tambahan.

Cocok untuk custom

Salah satu keunggulan terbesar laser cutting adalah fleksibilitas.

Hari ini membuat logo.

Besok membuat bracket.

Lusa membuat panel dekoratif.

Selama material dan ketebalannya sesuai kemampuan mesin, desain baru dapat diproses tanpa harus membuat cetakan khusus seperti pada sebagian proses manufaktur lainnya.

Laser Cutting Tidak Hanya Soal Memotong

Menariknya, mesin laser juga dapat digunakan untuk pekerjaan selain cutting.

Misalnya laser marking dan engraving.

Pada proses marking, laser memberikan tanda tertentu pada permukaan material.

Contohnya:

  • nomor seri,
  • logo,
  • barcode,
  • QR code,
  • tulisan,
  • identifikasi komponen.

Sedangkan engraving biasanya menghasilkan perubahan atau pengikisan pada permukaan material sesuai kebutuhan aplikasi.

Jadi, satu teknologi laser dapat digunakan untuk berbagai jenis pekerjaan tergantung konfigurasi mesin dan sumber laser yang digunakan.

Peran Operator Tetap Penting

Walaupun laser cutting merupakan mesin CNC yang otomatis, bukan berarti operator tidak diperlukan.

Justru operator mempunyai peran penting.

Operator harus memahami:

  • karakteristik material,
  • parameter cutting,
  • penggunaan gas,
  • fokus laser,
  • nozzle,
  • software,
  • nesting,
  • maintenance,
  • keselamatan kerja,
  • dan quality control.

Kesalahan kecil dalam setting bisa menghasilkan banyak material terbuang.

Misalnya satu lembar plat seharga cukup mahal dipotong menggunakan parameter yang salah.

Jika hasilnya gagal, bukan hanya waktu yang terbuang, tetapi material juga ikut menjadi scrap.

Hubungan Laser Cutting dengan Nesting

Dalam industri, efisiensi material sangat penting.

Bayangkan sebuah plat berukuran 1.500 × 3.000 mm.

Di atas plat tersebut terdapat puluhan komponen yang harus dipotong.

Jika penempatan komponennya sembarangan, banyak material yang tersisa.

Software nesting digunakan untuk mengatur posisi komponen agar penggunaan material menjadi lebih efisien.

Karena itu, kemampuan mesin laser cutting bukan hanya tentang seberapa cepat mesin memotong.

Seberapa hemat material yang digunakan juga sangat menentukan biaya produksi.

Ini salah satu alasan mengapa proses desain dan persiapan sebelum cutting sama pentingnya dengan proses pemotongan itu sendiri.

Apakah Laser Cutting Hemat Biaya?

Jawabannya tergantung pekerjaan.

Untuk satu atau dua potongan sederhana, laser cutting mungkin terlihat mahal dibandingkan menggunakan alat manual.

Tetapi untuk produksi dengan jumlah banyak, bentuk kompleks, dan kebutuhan presisi tinggi, perhitungannya bisa berbeda.

Biaya laser cutting biasanya dipengaruhi oleh:

  • jenis material,
  • harga material,
  • ketebalan,
  • ukuran plat,
  • panjang cutting,
  • jumlah pierce,
  • waktu mesin,
  • penggunaan gas,
  • listrik,
  • tenaga kerja,
  • maintenance,
  • dan tingkat utilisasi mesin.

Karena itu, harga jasa laser cutting tidak sebaiknya hanya dihitung berdasarkan “berapa watt mesin”.

Mesin dengan daya besar belum tentu menghasilkan harga paling murah untuk setiap jenis pekerjaan.

Kesimpulan

Jadi, bagaimana cara kerja mesin laser cutting?

Secara sederhana, mesin laser cutting bekerja dengan menghasilkan energi laser, kemudian memfokuskan energi tersebut pada titik yang sangat kecil di permukaan material.

Energi tersebut membuat material mengalami pemanasan intensif hingga meleleh, menguap, atau mengalami proses pemotongan sesuai karakteristik material.

Material yang meleleh kemudian dibantu oleh gas bertekanan untuk keluar dari celah potongan. Sementara itu, cutting head bergerak mengikuti koordinat yang telah diprogram melalui sistem CNC.

Namun, kualitas hasil akhirnya tidak hanya ditentukan oleh kekuatan laser.

Ada banyak faktor yang saling berkaitan, mulai dari jenis laser, daya, kecepatan cutting, posisi fokus, jenis dan tekanan gas, nozzle, lensa, material, ketebalan, hingga software dan kemampuan operator.

Itulah sebabnya dua mesin dengan spesifikasi daya yang sama belum tentu menghasilkan kualitas potongan yang sama.

Pada akhirnya, laser cutting adalah perpaduan antara teknologi laser, mekanik, optik, CNC, software, dan pengalaman operator.

Dan justru kombinasi inilah yang membuat teknologi laser cutting menjadi salah satu metode pemotongan yang sangat penting dalam industri manufaktur modern.

Bagi perusahaan yang membutuhkan pembuatan komponen custom, plat dekoratif, panel, bracket, tulisan, logo, hingga komponen industri dengan bentuk yang presisi, memahami cara kerja laser cutting akan membantu menentukan jenis mesin, material, ketebalan, dan parameter produksi yang paling sesuai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *